Sabtu, 04 Februari 2012

Critical issues for TQM implementation hight education

Mete B. Sirvanci
-------------Review Artikel----------


         PENDAHULUAN
Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Total quality management/ manajemen mutu terpadu merupakan konsep yang mempunyai nilai-nilai yang baik untuk perkembangan organisasi di semua sektor kehidupan. TQM telah banyak di adopsi kedalam berbagai bidang terutama pada dunia bisnis dan ekonomi. Tetapi TQM bukan saja terpaku hanya untuk aspek bisnis dan ekonomi saja, nilai-nilai yang ada dalam manajemen mutu terpadu dapat diimplementasikan ke dalam dunia pendidikan.

Jumat, 27 Januari 2012

MENJADI GURU YANG BAIK ATAU TIDAK SAMA SEKALI


Tantangan Guru di Era Global dan Otonomi Daerah

Memasuki abad ke 21 kita  menghadapi perubahan-perubahan besar dan amat fundamental dilingkungan global. Perubahan lingkungan strategis pada tataran global tersebut tercermin pada pembentukan forum-forum seperti GATT, WTO, dan APEC, NAFTA dan AFTA, IMG-GT, IMS-GT, BIMP-EAGA, dan SOSEKMALINDO yang merupakan usaha untuk menyongsong perdagangan bebas dimana pasti akan berlangsung tingkat persaingan yang amat ketat.  Suatu perubahan regulasi yang semula monopoli (monopoly) menjadi persaingan bebas (free competition). Demikian pula, terjadi pada pasar yang pada awalnya berorientasi pada produk (product oriented) beralih pada orientasi pasar (market driven), serta dari proteksi (protection) berpindah menjadi pasar bebas (free market ).  
Kemajuan ekonomi diberbagai negara, sangat terkait dengan kualitas Sumber Daya Manusia. Contohnya Singapura dan Jepang. Walaupun sumber daya alam yang dimilikinya terbatas, tetapi karena kualitas sumber daya manusianya unggul, kedua negara tersebut menjadi pemimpin ekonomi di kawasan Asia. Untuk itu perlu mengantisipasi keadaan ini dengan memperkuat kemampuan bersaing diberbagai bidang dengan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sayangnya SDM kita saat ini memprihatinkan, menurut UNDP. Indonesia menempati peringkat 109 dari 174, peringkat daya saing ke –46 yang paling bawah di kawasan Asia Tenggara, Singapura ke-2, Malaysia ke-27. Phillipina ke –32, dan Tailand ke –34, dan termasuk negara yang paling korup didunia.

Sabtu, 14 Januari 2012

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN (Prof. Dr. Suharsimi Arikunto)


----> R E S U M E <-----
BAB I
KONSEP EVALUASI PROGRAM

A.    Pengertian Program dan Evaluasi Program
Program adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai unit  yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.
Evaluasi program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang  realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan.
 B.     Kaitan antara Penelitian dengan Evaluasi program
Dalam kegiatan penelitian  peneliti ingin mengetahui gambaran tentang sesuatu kemudian dideskripsikan, sedangkan dalam evaluasi program, pelaksana (evaluator) ingin mengetahui seberapa tinggi mutu atau kondisi sesuatu sebagai hasil pelaksanaan program, setelah data terkumpul dibandingkan dengan kriteria atau standar tertentu.
Dalam kegiatan penelitian, peneliti dituntun oleh rumusan masalah, sedangkan dalam evaluasi program, pelaksana (evaluator) ingin mengatahui tingkat ketercapaian program, dan apabila tujuan belum tercapai pelaksana (evaluator) ingin mengetahui letak kekurangan dan sebabnya. Hasilnya digunakan untuk menentukan tindak lanjut atau keputusan yang akan diambil.

Rabu, 07 Desember 2011

THE PRODUCTIVE SCHOOL


(SEKOLAH YANG PRODUKTIF) 
A System Analysis Approach to Educational Administration
                                                          Penulis        : J. Alan Thomas
                                                                    ( Resume )

I. PENDAHULUAN
Dimasa  yang akan datang tantangan bagi penyelenggaraan sistem pendidikan akan semakin sulit. Dimana mereka harus bisa membuat lembaga mereka diminati oleh publik. Dari banyaknya lembaga pendidikan yang ada, mereka pasti memiliki lembaga pendidikan yang kualitasnya baik. Aspek kualitas itu dilihat dari mata pelajaran yang dibuat sesuai dengan tuntutan kebutuhan dimasyarakat.
Untuk itu para pembaharu pendidikan harus memahami lembaga dan cara mengoperasikannya. Ini tidak dimaksudkan pada orientasi kepemimpinan tapi lebih ditekankan pada pentingnya memahami aspek sejarah, sosiologi dan ekonomi dari sekolah atau universitas. Sebagai contoh, dengan membuka wawasan tentang pentingnya organisasi yang informal dan perbedaan antara fungsi nyata dan fungsi yang belum terlihat, sosiologi membuka wawasan yang penting bagi suksesnya perubahan orientasi kepemimpinan. Disamping itu tim pengajar, kelas yang tidak dikelompokkan, dan program anggaran adalah contoh prosedur yang dikemas untuk implementasi yang mudah. Analisa biaya dan keuntungan dari inovasi ini adalah elemen yang penting dalam kesuksesan.
Buku ini menghadirkan beberapa konsep dasar untuk dimanfaatkan dalam membuat keputusan . Konsep yang utama adalah produktivitas atau hubungan antara hasil pendidikan dan sumber daya manusia dan materi yang menyelesaikan pendidikan.
Ada kesamaan antara ide-ide yang dikemukakan dalam buku ini. Raymond E. Callahan dalam bukunya ‘Education and the Cult of Efficiency’ menyatakan bahwa kritik biaya sekolah yang disengaja telah berhasil membuat administrasi sekolah mengimplementasikan bermacam-macam cara, termasuk analisa biaya dan dan luasnye penggunaan uji prestasi. Buku ini juga berusaha untuk memecahkan masalah dengan mengembangkan model analisa yang lebih spesifik pada pendidikan, dan ditekankan pada hasil yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

Sabtu, 19 November 2011

METODE ETNOGRAFI (Resume)

James P. Spradley

Dalam konteks sosial dan praktik budaya yang kian beragam saat ini semakin mengukuhkan eksistensi paradigma kualitatif diberbagai lini disepanjang keilmuan di dunia akademik. Kemampuannya menghasilkan produk analisis yang mendalam sejalan dengan alur dan settingnya, diakui sebagai paradigma yang patut diperhitungkan dalam rangka melohat, mengatahui dan menghadirkan refleksi bagi kajian Sosiologi pada konteks zamannya. Apakah teori-teori Sosiologi itu mampu eksis dan melebur dengan konteks sosial masyarakat sekitar? Serta mampukah teori-teori sosiologi itu menjawab problematika sosial yang ada hingga sekarang?. Jawabannya tentunya kita akan melakukan koreksi berbagai macam teoritis dengan salah satu jalan adalah model-model penelitian kualitatif yang sekarang digandrungi oleh segenap ilmuan. Beberapa metode penelitian berbasis paradigma kualitatif ini--analisis wacana, studi kasus, semiotik dan etnografi – kini mulai dilirik para ilmuwan maupun peneliti baik mahasiswa yakni sosiologi lebih khususnya sosiologi fishum yang menurut kami lebih condong pada kualitatif, entah itu etnografi, studi kasus dan lain sebagainya.