Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 07 Agustus 2010

(JAWABAN TUGAS INDIVIDU ) MATA KULIAH KONSEP MANAJEMEN STRATEJIK DALAM PENDIDIKAN



1.      Pelajaran apa yag dapat dipetik dari sistem Manajemen Coca Cola didunia pendidikan ?
Jawab :

            Coca-Cola Boottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi dan medistribusikan produk produk berlisensi dari Coca-Cola Company. Coca-Cola Boottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri perusahaan perusahaan patungan antara perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk produk Coca-Cola di dunia. Perusahaan ini menerapkan visi dan misi  dan selalu megembangkan terus menerus dengan mengadakan analisis SWOT,
mereka menciptakan proses yang ketat mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas tinggi, proses pengolahandan samapi produk siap dipasarkan yang akhirnya menghasilkan mutu yang merata di seluruh dunia. Mereka juga menganalisis   kepuasan pelanggan atau konsumennya. Untuk dapat tetap mempertahankan persaingan pada industri minuman ringan, Coca-Cola menerapkan strategi pemasaran yang cukup agresif, unik dan kreatif.
            Manajemen Coca-Cola dapat kita adopsi dan kita implementasikan dalam dunia pendidikan, dimana lembaga pendidikan (sekolah) harus merumuskan VISI dan MISI, mengadakan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman), menyususn Rencana Strategis (RESTRA) yang dijabarkan menjadi Perencanaan Operasional (RENOP) kemudian dijabarkan dalam bentuk program kerja, Pengimplementasian Strategi dalam program program untuk mencapai sasarannya masing masing dilakukan melalui fungsi fungsi manajemen yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
            Lembaga pendidikan juga harus menjaga mutu dan menganalisis kepuasan pelanggan dengan menerapkan manajemen mutu, dengan karakteristik
1.      Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal
2.      Memiliki opsesi yang tinggi terhadap kualitas
3.      Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
4.      Memiliki komitmen jangka panjang.
5.      Membutuhkan kerjasama tim
6.      Memperbaiki proses secara kesinambungan
7.      Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
8.      Memberikan kebebasan yang terkendali
9.      Memiliki kesatuan yang terkendali
10.  Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.
            Untuk membangun Organisasi yang kompetitif lembaga pendidikan harus menerapkan :
1.   Management Of Strategic Human Resources
2.   Management Of Firm Infrastructure
3.   Management Of Employee  Contribution
4.   Management Of Transformation And Change
           
2.      Mengapa kita perlu mempelajari Konsep Manajemen Strategis dalam Sistem pendidikan ?
Jawab:
Manajemen strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang  jauh  (disebut  VISI),  dan  ditetapkan  sebagai  keputusan  manajemen  puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI), dalam usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian   tujuan   (disebut   Tujuan   Strategik)   dan   berbagai   sasaran   (Tujuan Operasional) organisasi.”   Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa Manajemen Strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategik dengan unsur unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan Strategik organisasi. Sedang komponen  kedua  adalah  Perencanaan  Operasional  dengan  unsur   unsurnya  adalah Sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan Fungsi – fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian,  fungsi  pelaksanaan  dan  fungsi  penganggaran,  kebijaksanaan situasional, jaringan kerja Internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik
Kita mempelajari konsep Manajemen strategik dalam sistem pendidikan, karena, dengan menerapkan Manajemen Strategik, maka organisasi pendidikan (sekolah) akan memiliki keunggulan, antara lain : profitabilitas, produktifitasi tinggi, memiliki posisi kompetitif, keunggulan teknologi, keunggulan Sumber Daya Manusia, Iklim kerja yang kondusif, etika dan tanggung jawab sosial yang berkembang.
Selain keunggulan tersebut, manfaat yang diperoleh dari implementasi manajemen strategik adalah :
-     organisasi menjadi dinamis,
-     fungsi kontrol berjalan dengan efektif dan efisien
-     meniadakan perbedaan dan pertentangan pendapat dalam mewujudkan keunggulan
-     memudahkan dalam menyepakati perubahan atau pengembangan strategi yang akan dilaksanakan
-     mendorong perilaku proaktif bagi semua pihak untuk ikut serta mewujudkan keunggulan
-     meningkatkan perasaan ikut memiliki, berpartisipasi aktif dan tanggung jawab bagi semua komponen organisasi.

3.      a.    Terdiri dari apa saja lingkungan jauh itu ?
      b.    Persoalan apa saja yang melingkupi institusi pendidikan yang  
       berdimensi global itu ?
Jawab:
a.   Salah satu Lingkungan eksternal yang akan menghasilkan peluang dan ancaman perusahaan/Organisasi, terdiri dari faktor faktor yang bersumber dari luar, biasanya tidak berkaitan dengan operasi perusahaan/organisasi tertentu, yaitu :
·           Faktor ekonomi: Nasionalisme yang kental dari negara-negara berkembang, yang di diami oleh hampir tiga perempat penduduk dunia, barangkali menyajikan tantangan terbesar bagi masyarakat industri dan korporasi serta dunia pendidikan multinasional selama dua dekade mendatang. Seperti dikatakan seorang pakar Dunia Ketiga, “Hubungan yang sangat tidak berimbang antara negara kaya dan miskin dengan cepat menjadi isu sentral saat ini.” Semua kekuatan internasional ini dapat mempengaruhi, baik secara positif maupun negatif kesejahteraan masyarakat luas.
·           Faktor Sosial: Sangat mempengaruhi suatu institusi pendidikan, terutama soal tingkat kepercayaan, nilai, sikap, opini, dan gaya hidup orang-orang di lingkungan ekstern institusi pendidikan, yang berkembang dan pengaruh cultural, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik. Jika sikap social berubah, berubah pulalah permintaan akan berbagai kebutuhan dan pandangan orang. Salah satu perubahan  sosial paling menonjol di tahun-tahun terakhir ini adalah, peningkatan yang sangat signifikan partisipasi pendidikan kaum perempuan di semua lini pendidikan, serta masuknya mereka ke dalam pasar tenaga kerja
·           Faktor Politik: Arah dan stabilitas faktor-faktor politik serta kebijakan pemerintah merupakan pertimbangan penting bagi para pengelola institusi pendidikan dalam merumuskan strategi kebijakannya. Faktor-faktor  politik menentukan parameter legal dan regulasi yang membatasi operasi perusahaan/lembaga pendidikan.
·           Faktor Teknologi: Perubahan teknologi yang sangat cepat harus sesegera mungkin di antisipasi agar dunia pendidikan terhindarkan dari keusangan, dan mendorong inovasi ke arah yang lebih baik. Terobosan teknologi dapat mempunyai dampak segera dan dramatik atas lingkungan dunia dan institusi pendidikan
·           Faktor Ekologi: yaitu faktor yang berhubungan timbal balik antara manusia dengan makhluk hidup lainnya, dengan udara, tanah, dan air yang mendukung kehidupan manusia. Polusi ekologi dapat berupa polusi udara, polusi tanah akibat limbah buangan, dan polusi air akibat hujan asam dan hujan yang tercemar sulfur dioksida.
Analisis lingkungan jauh digunanakan perusahaan untuk mampu menjawab baik dengan menyerang maupun bertahan terhadap faktor-faktor lingkungan jauh tersebut dengan merumuskan strategi yang memanfaatkan peluang atau meminimalkan ancaman. Perubahan dalam lingkungan jauh dapat mempengaruhi perubahan dalam permintaan konsumen untuk produk industri serta jasa konsumen. Mengenali dan mengevaluasi peluang dan ancaman lingkungan jauh membuat organisasi mampu mengembangkan vis dan misi yang jelas serta mampu merancang strategi untuk mencapai sasaran jangka panjang dan mengembangkan kebijakan untuk mencapai sasaran tahunan

b.      Persoalan apa saja yang melingkupi institusi pendidikan yang berdimensi global itu ?
      Jawab
Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas kerja nasional serta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan (continuing development ).
Kedua, tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat, dari masyarakat tradisional-agraris ke masyarakat modern-industrial dan informasi-komunikasi, serta bagaimana implikasinya bagi peningkatan dan pengembangan kualitas kehidupan SDM.
Ketiga, tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Keempat, tantangan terhadap munculnya invasi dan kolonialisme baru di bidang Iptek, yang menggantikan invasi dan kolonialisme di bidang politik dan ekonomi.
            Semua tantangan tersebut menuntut adanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing di bidang-bidang tersebut secara komprehensif dan komparatif yang berwawasan keunggulan, keahlian profesional, berpandangan jauh ke depan (visioner), rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi serta memiliki keterampilan yang memadai sesuai kebutuhan dan daya tawar pasar.

4.   Pertanyaan : Dalam     kebijakan    manajemen    strategis, secara kedinasan  
      diperlukan adanya pergantian atau mutasi Kepala Sekolah . Bagaimana pola  
      pemahaman pergantian dan mutasi Kapala   Sekolah   itu/ analisalah dengan 
      pendekatan    dalam   perspektif   fenomenologi, khususnya   berkait dengan 
      because motive dan in order motive ?
Jawab :
            Mutasi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan hal yang biasa dalam kehidupan kepegawaian, sebab hal tersebut telah dinyatakan dalam sumpah jabatan atau dalam pelantikan. Mutasi atau pergantian atau rotasi pejabat kepala sekolah dalam manajemen strategis adalah wajar, dan seharusnya tidak ditanggapi secara berlebihan karena pergantian ini diharapkan agar terjadi profesionalisme dan rasa keadilan serta menjamin kualitas pendidikan maka diperlukan berbagai cara termasuk pergantian Kepala sekolah agar ada penyegaran dalam iklim kerja di sekolah  tersebut.
Pergantian Kepala Sekolah secara because motive adalah pergantian Kepala Sekolah yang dikarenakan oleh sejumlah factor misalnya, kinerja kepala sekolah yang kurang optimal, factor usia, kegagalan Kepala Sekolah dalam mengelola sekolahnya dan selalu bermasalah, misal melanggar kode etik, korupsi dan sebagainya. Mutasi didasarkan pada beberapa alasan yaitu kemampuan kerja, rasa tanggung jawab, dan kesenangan. Diharapkan dengan mutasi pegawai melaksanakan pekerjaan dengan efektif, efisien, dan dapat meningkatkan kinerjanya. Meskipun demikian harus diperhatikan, pegawai dapat salah persepsi yang berasumsi bahwa mutasi sebagai hukuman. Hal tersebut dapat berakibat menurunnya efektifitas, efisiensi, dan kinerja pegawai.
                  Sedangkan pergantian Kepala Sekolah secara in order motive adalah pergantian atau mutasi Kepala Sekolah karena yang bersangkutan mempunyai prestasi, dengan demikian diharapkan Kepala Sekolah yang bersangkutan dapat meningkatkan prestasi yang telah diraih untuk diterapkan disekolah lain atau dipromosikan ke sekolah yang lebih besar. Promosi merupakan perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang memiliki status dan tanggung jawab lebih tinggi. Promosi dilakukan bertitik tolak pada kepentingan organisasi. Seorang Kepala sekolah/guru dapat dipromosikan harus memperhatikan berbagai faktor yaitu pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, kejujuran, tanggung jawab, kecakapan berkomunikasi, prestasi kerja, dan tingkat kreatifitas. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilaksanakannnya evaluasi sehingga dapat diketahui siapa yang dapat dipromosikan. Pelaksanaan evaluasi menggunakan pedoman dan dilaksanakan secara sistematis, komprehensif, dan objektif. Syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dipromosikan juga harus jelas, sekolah dan dinas memberi kesempatan yang sama dan menunjang kegiatan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Calon yang akan dipromosikan juga dipersiapkan dengan teliti, kemampuan, bakat, dan minat merupakan prioritas yang penting untuk diperhatikan.

5.   Pertanyaan : Buatlah  Setting Penelitian ,Sebagaimana contoh  Setting Penelitian di buku “Pergulatan Pedagang Kaki Lima di Perkotaan”, pendekatan kuantitatif, dalam versi di sekolah atau di sebuah institusi Pendidikan,dimana anda bekerja.
Jawab :




MTs Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo Pati
Sebagai Setting Penelitian

A.    Sejarah singkat
            Berdirinya MTs Miftahut Thullab dilatarbelakangi atas keprihatinan para Kyai, Ulama dan tokoh masyarakat cengkalsewu bahwa, pada waktu itu banyak anak anak yang lulus dari MI dan SD tidak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Atas saran doa restu dari Asy Syaekh K.H. Abdullah Salam Al Hafidz kajen, Asy Syaekh K.H. Muzakkin Husen Gesing, Asy Syaekh K.H. Badruddin Pondowan, maka pada hari ahad 5 sa’ban 1403 H tepatnya  tanggal  18 mei 1983 diadakan pertemuan dirumahnya bapak Kades (bapak Thohari, K. Masrukan, K.H. Su’udi) yang menghasilkan kesepakatan untuk menindaklanjuti langkah langkah selanjutnya.
         Pada tanggal rabu 7 sa’ban 1403 (20 mei 1983) bertempat tinggal dirumah bapak kepala desa cengkalsewu (Thohari) diadakan pertemuaan yang dihadliri oleh para Kyai sepuh, Tokoh Masyarakat, Pemuda di tiga desa ( Cengkalsewu, Kasiyan, dan Puri Kedumulyo) untuk membicarakan gagasan pendidirian lembaga pendidikan lanjutan tinggat pertama yang bercirikan Agama Islam. Ternyata gagasan ini mendapat dukungan dari masyarakat setempat, para ulama’, penilik agama Islam, pemerintah daerah dan Departemen Agama.  Atas saran dan masukan dari Asy Syeakh Simbah K.H. Arwani Amin diberi barokah nama MTs “ Miftahut Thullab”
         Tanggal 28 Sa’ban 1403/ 10 juni 1983 dirumah bapak kades (thohari) diadakan rapat lanjutan untuk melengkapi perangkat kemadrasahan menghasilkan :
Kepala madrasah                           : K.H. Ahmad Suudi
Waka                                                         : Asmuin
KTU                                                          : K. Masrukan
Bendahara                                     : H. Abd Jalil
         Pada Awal perjalanan tahun pelajaran 1983/1984 jumlah murid 36 anak terdiri dari laki laki 26 dan perempuan 10 anak dengan jumlah dewan guru 11 guru proses belajar mengajar dan pada waktu itu menumpang di MI I’anatulTholibin Cengkalsewu Sukolilo Pati.
Dalam perkembangan dari tahun ke tahun MTs Miftahut Thullab menunjukkan perkembangan yang menggembirakan baik dari segi kuantitas maupun kualitas sarana prasarana begitu juga peserta didik, hal ini atas kerja keras para pengelola lembaga dengan didorong sepenuhnya oleh lapisan masyarakat.

B. Profil Madrasah

1. Nama Sekolah                      MTs Miftahut Thullab Sukolilo Pati
2. N S S / NPSN                      212031811003 / 20317183
3. Lembaga Penyelenggara      Yayasan Pendidikan Islam Darmoyoso (YAPIDA)
3. Alamat                                  Jl. Raya Porwodadi – Pati Km.20 Cengkalsewu
4. Kecamatan                           Sukolilo
5. Kabupaten                            PATI
6. Propinsi                                Jawa Tengah
7. Telepon / Fax                        -
8. Status Sekolah/Mad             Swasta (terakriditasi)
9. Kepala Sekolah :                 
Nama                                        Drs. H Zunaedi
NIP                                           -



V I S I

TERWUJUDNYA MADRASAH YANG UNGGUL DALAM PRESTASI, BERTAQWA MENUJU MANUSIA BERMARTABAT

Indikator keberhasilan pencapaian Visi :
1.            Meningkatnya peringkat Madrasah dalam perolehan rata rata nilai Ujian Nasional
2.            Meningkatnya nilai akademik
3.            Meningkatnya prestasi non akademik
4.            Meningkatnya minat baca
5.            Unggul dalam lomba keilmuan, olah raga dan seni
6.            Meningkatnya apresiasi seni dan budaya
7.            Meningkatnya kondisi Madrasah yang tertib
8.            Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan madrasah
9.            Meningkatnya kepedulian sosial warga Madrasah
10.        Meningkatnya ketaatan dalam melaksanakan ajaran Agama
11.        Meningkatnya aktivitas keagamaan
12.        Meningkatnya toleransi antar umat beragama
13.        Meningkatnya budi pekerti yang luhur
14.        Terciptanya kondisi jasmani dan rohani yang sehat

MISI

1.            Mewujudkan lulusan peserta didik yang berkualitas
2.            Mewujudkan pendidikan dan pengajaran dalam proses belajar mengajar yang tertib, efektif dan efisien sehingga tercapai hasil yang optimal
3.            Menumbuhkan penghayatan dan mengamalkan ajaran Agama sebagai sumber kearifan dalam berfikir dan bertindak


T U J U A N
1.            Mewujudkan lulusan yang berkualitas bidang akademik dan non akademik
2.            Mewujudkan  kualitas SDM warga madrasah/sekolah 
3.            Mewujudkan  Sarana dan Prasarana Pendidikan yang presentatif
4.            Mewujudkan pengelolaan pendidikan dengan menerapkan manajemen  partisipatif
5.            Menghasilkan lulusan yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya.
6.            Menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari
7.            Mewujudkan lulusan yang mampu mengapresiasikan budaya bangsa
8.            Mewujudkan berperilaku sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat
9.            Mewujudkan iklim kerja sekolah yang hormanis

Proses Penerimaan Siswa Baru
1.      Proses PSB di MTs Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo Pati masih dilaksanakan secara tradisional yakni hanya memberikan edaran atau brosur berupa informasi seputar penerimaan siswa baru ke SD/MI di sekitar madrasah.
2.      Kondisi ekonomi wali murid menengah ke bawah, karena mayoritas berprofesi sebagai buruh tani dan buruh pabrik.
3.      Jarak dengan MTs Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo Pati dan MTs Walisongo Kayen, SMP Negeri Kayen terlalu dekat sehingga berpengaruh terhadap perkembangan madrasah dalam arti penerimaan siswa.
4.      Kenyataan yang terjadi dilapangan bahwa MTs Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo Pati  hanya sebagai madrasah alternatif karena sebagian besar orang tua lulusan SD/MI lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SMP Negeri.

Proses Pembelajaran
Pada umumnya proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, namun demikian ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan peningkatan yaitu :
1.      Silabus untuk setiap mata pelajaran belum tersedia secara lengkap di semua kelas.
2.      Rencana pembelajaran untuk setiap mata pelajaran belum tersedia secara lengkap di semua kelas.
3.      Dalam rencana pembelajaran masih ada yang belum memuat: tujuan pembelajaran secara tepat, strategi pembelajaran yang bervariasi, media pembelajaran yang tepat dan bervariasi.
4.      Dalam pelaksanaan pembelajaran, sebagian besar guru belum melaksanakannya sesuai dengan silabus yang telah disusun untuk setiap pelajaran, strategi dan metode pembelajaran belum variasi, interaktif, dan menyenangkan.
5.       Keterbatasan alat peraga yang dimiliki mengakibatkan pelaksanaan pembelajaran tidak optimal.

Manajemen Sekolah
1.      Pengelolaan keuangan bersifat sentralistik, berpusat pada yayasan.
2.      Ruangan administrasi masih dipergunakan antara 2 lembaga yaitu MTs Miftahut Thullab   dan MA Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo Pati
3.      Tenaga administrasi masih kurang jika diprosentasekan dengan jumlah siswa.

Peran Serta Masyarakat
1.      Madrasah belum melibatkan orang tua peserta didik dalam menyusun, melaksnakan, dan mengevaluasi program madrasah.
2.      Pekerjaan orang tua peserta didik mayoritas petani dan pegawai swasta dengan penghasilan kurang
3.      Komite madrasah belum bekerja secara maksimal baik sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol dan penghubung dengan pemangku kepentingan karena semua tugas tersebut selama ini dicover oleh Yayasan.
4.      Masyarakat belum memberikan dukungan pada program pengembangan madrasah baik berupa bantuan insindental dan bantuan terprogram.



C   Analisis Lingkungan Strategis
            Mengenali dan mengevaluasi peluang dan ancaman membuat organisasi mampu mengembangkan visi dan misi yang jelas serta mampu merancang strategi untuk mencapai sasaran jangka panjang dan mengembangkan kebijakan untuk mencapai sasaran tahunan         
            Perkambangan jaman yang semakin maju pada era yang telah mengglobal ini menuntut dunia pendidikan mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas sekaligus mampu bersaing dengan dunia internasional.
            Dalam rangka menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas banyak faktor yang mempengaruhi antara lain keterbatasan sumberdaya manusia yang masih rendah, sistem pendidikan yang selalu berubah termasuk kualitas pendidik masih banyak yang belum memenuhi kompetensinya.
           Berdasarkan analisis diatas perlu kiranya kualitas sumberdaya manusia ditingkatkan agar dapat bersaing dalam menghadapi persaingan di era global dalam dunia pendidikan secara optimal.

D.    Analisis Kondisi Pendidikan Saat ini
            Pemerintah, sebagai pemegang kebijakan pendidikan seharusnya memberikan sumbangan yang besar dalam mensukseskan program pendidikan. Sebab di antara kelemahan-kelemahan sistem pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya politcal will pemerintah dalam menangani permasalahan pendidikan ini.
Menurut Arief Rahman (2002), setidaknya ada sembilan titik lemah dalam aplikasi sistem pendidikan di Indonesia:
1.   Titik berat pendidikan pada aspek kognitif
2.   Pola evaluasi yang meninggalkan pola pikir kreatif, imajinatif, dan inovatif
3.   Sistem pendidikan yang bergeser (tereduksi) ke pengajaran
4.   Kurangnya pembinaan minat belajar pada siswa
5.   Kultur mengejar gelar (title) atau budaya mengejar kertas (ijazah).
6.   Praktik dan teori kurang berimbang
7. Tidak melibatkan semua stake holder, masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah
8.   Profesi guru/ustadz sekedar profesi ilmiah, bukan kemanusiaan
9.   Problem nasional yang multidimensional dan lemahnya political will pemerintah.    
            Dalam dunia pendidikan saat ini masih menghadapi masalah utama yaitu remdahnya mutu pendidikan. Hal ini disebabkan berbagai macam sebab antara lain rendahnya kualitas guru, rendahnya daya dukung masyarakat dalam berpartisipasi terhadap pendidikan, belum tercukupinya sarana dan prasarana sekolah ,masih banyaknya kebijakan pendidikan yang berubah-ubah, manajemen sekolah yang belum baik ,termasuk pula cara mengajar guru yang masih teacher centered, dan masih banyak permasalahan yang lain

E.     Analisis Kondisi Pendidikan masa datang
            Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.
            Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global.
            Berdasarkan amanat Undang-Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan ”Pemerintah dan / atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan Pendidikan pada semua jenjang Pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional .
             Hal ini merupakan amanah Pemerintah yang harus dilaksanakan agar pendidikan di Indonesia  tidak ketinggalan dengan negara maju lainnya. Era global telah memunculkan persaingan yang sangat ketat antar bangsa. Bangsa yang memiliki kemampuan bersaing akan memperoleh keuntungan dan sebaliknya bangsa yang tidak memiliki kemampuan bersaing akan mempeloleh kerugian.
            Untuk itu Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mewujudkan sumberdaya manusia yang mampu bersaing di era global yang memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intektual, dan memiliki kompetensi yang bertaraf internasional/global serta lainnya, sehingga menjadi manusia yang seutuhnya dan memiliki atau memenuhi standar kompetensi lulusan sesuai dengan jenjang pendidikanya dan bertaraf internasional.
            Untuk melacak akar kelemahan SDM Indonesia ini bisa dilihat melalui wahana pendidikan. Dari sini secara logis dimunculkan pemikiran, untuk dapat bersaing dengan bangsa lain dalam memperebutkan lapangan kerja, maka yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah sector pendidikan.
            Pendidikan harus benar-benar diberdayakan oleh kita semua, sehingga nantinya, pendidikanlah yang akan mampu memberdayakan masyarakat secara luas. Masyarakat yang terberdayakan oleh sistem pendidikan memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dalam konteks persaingan global.
            Konsekuensinya, pendidikan harus dikonseptualisasikan sebagai suatu usaha dan proses pemberdayaan, yang benar-benar harus disadari secara kolektif, baik oleh individu, keluarga, masyarakat, lebih-lebih oleh pemerintah sebagai investasi masa depan bangsa.
            Dengan demikian, pendidikan memegang peranan penting dan strategis dalam menghasilkan SDM yang akan membangun bangsa ini. Sikap ini tidak berarti mengecilkan peran sektor lain dalam pembangunan bangsa. Adanya sikap bahwa masa depan akan selalu penting dan strategis ini didasari oleh pertimbangan empirik bahwa selama ini dan juga untuk waktu yang akan datang, keberadaan sumberdaya manusia yang bermutu dalam arti seluas-luasnya akan semakin dibutuhkan bagi pembangunan bangsa.

4 komentar:

  1. YAP, BOLEH AKU KOPI BENTAR SEKADAR UNTUK REFERENSI,,,, BOLEH KAN

    BalasHapus
  2. ass...salam sejahtera.
    minta izin gan u/copy tulisannya...sehubungan dengan tugas yg sama dgn pertanyaan mengenai study kasus coca cola...semoga berkah. amien.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AS.WR. WB .gan aku boleh mengcopy ini kan soalnya aku ada tugas dari PT ACC.. SALAM DARI ANAK ISLAM SMK TRI MULIA JAKARTA SELATAN(PESANGGRAHAN). WASSALAM MUALAIKUM WAROH MATULOHHI WABAA
      ROKATU..

      Hapus

Pengunjung yang terhormat...Silahkan tinggalkan jejak dengan komentar, pendapat dan saran, bebas asal sopan....OKE..!!!